Dimana Letak Surga Itu ?
Satu hal yang sering mengusik pikiranku adalah ketika menyalakan TV dan mengganti channel ke MTV versi MTV Lokal Abieeezz dan kebetulan yang sedang mendendangkan lagu adalah Agnes Monica dengan lagu barunya (lupa judulnya…) dimana ada lirik dari lagu itu yang berbunyi : …dimana letak surga itu…. ? Yang timbul dalam pikiran saya pertama kali adalah, apakah yang mengarang lagu ini (dan yang menyanyikannya) tidak tahu dimana letak surga itu ? Apakah surga itu begitu tersembunyi dan tak teridentifikasi sehingga kita masih perlu bertanya, dimana letak surga itu ?
Waktu kecil dulu, orang (guru, tetangga, dll) sering berkata kalau surga ada di telapak kaki ibu. Itulah makanya mereka menganjurkan kalau kita harus sangat menghormati ibu kita. Dulu saya mengartikannya secara harafiah, bahwa memang benar kalau surga itu di telapak kaki ibu. Sehingga ibu saya sering saya pijat kakinya, siapa tahu bisa melihat surga di telapak kakinya. Setelah besar dan seperti sekarang ini saya baru mengerti kalau penggambaran surga di telapak kaki ibu hanyalah suatu kiasan agar kita lebih dapat menghormati dan menyayangi ibu kita. Tak ada yang ingin nasibnya seperti Malin Kundang, bukan ?
Lalu ketika saya belajar agama di sekolah dasar sampai kuliah, saya diberikan lagi konsep tentang SURGA. Bahkan lengkap dengan lawannya : NERAKA. Penggambaran surga dalam pemahaman agama, lagi-lagi saya tangkap secara harafiah. Bahwa orang yang beriman dan percaya akan masuk surga sedangkan orang yang tidak beriman dan selalu berbuat kejahatan akan masuk neraka. Surga seakan-akan menjadi ganjaran atas keimanan dan perbuatan baik kita di dunia ini. Jika baik masuk surga, jika jahat masuk neraka. Simple.
Tentunya konsep surga yang saya dapatkan dalam pelajaran agama selama bersekolah adalah surga setelah kematian. Surga hanya ada ketika kita telah mati dan menghadap pencipta. Dan disitu kita akan disaring, siapa yang masuk surga dan siapa yang masuk neraka. Lalu timbul pertanyaan bodoh berikutnya : apakah ketika kita masih hidup di dunia ini tidak ada surga ? Surga yang saya maksud bukanlah surga yang ada di telapak kaki ibu. Banyak yang menjawab, TIDAK ADA. Saya tidak ingin berdebat dengan para penentang surga dunia tetapi hanya sekedar berusaha menjawab pertanyaan bodoh tadi.
Surga dalam pengertian umum adalah sesuatu tempat yang menyenangkan, penuh dengan kenikmatan dan kesenangan, dan yang terpenting adalah abadi (eternal). Disitu tidak ada penderitaan dan kesakitan, disitu seseorang dapat dipuaskan kebutuhannya (dalam pengertian agama : kebutuhan rohani). Surga adalah tempat dimana kita sudah tidak punya keinginan-keinginan lagi karena SEMUA keinginan kita telah terpenuhi. Apakah anda tahu semua keninginan anda ? Di surga, semuanya telah terpenuhi, bahkan keinginan yang tidak kita sadari sekalipun. Surga adalah abadi karena setelah surga tidak ada lagi tempat lain yang lebih indah dari surga, dan di surga tidak ada kematian dan yang ada adalah kehidupan yang kekal. Dengan kata lain, surga adalah suatu TEMPAT yang menjadi tujuan hidup semua manusia di bumi ini.
Kembali ke pertanyaan bodoh diatas : apakah tidak ada surga di dunia ini, sehingga kita harus mati
dulu untuk mencapainya ? Saya tidak tahu seperti apa surga yang akan saya peroleh ketika mati nanti, oleh karena itu saya tidak tahu kenikmatan dan kesenangan seperti apa didunia ini yang dapat disamakan dengan surga. Tapi bagi pencinta dan penikmat hedonisme, kehidupan di dunia ini adalah surga. Inilah dan sekarang inilah (here and now) anda sedang melihat surga. Penjelasan sejarahnya panjang mengapa hedonisme itu ada, tetapi salah satu motto utamanya adalah Carpe diem alias nikmatilah hari ini (terjemahan kasarnya). Surga itu eksis sekarang ini di dunia ini, dan yang kita lakukan sekarang ini hanyalah menikmati kehidupan ini sepuas-puasnya karena inilah surga dan setelah itu tidak ada lagi. Wow, dahsyat dan memabukkan, karena kita tidak perlu berpikir lagi tentang kehidupan di surga setelah kematian.
Bagi sebagian kalangan orang, surga hanyalah konsep semata. Konsep yang kita buat di otak kita dan kita analogikan dengan segala sesuatu yang berwujud pada hal-hal yang menyenangkan. Konsep seperti ini membutuhkan si pembuat konsep alias manusia. Jika manusianya mati, maka konsep tentang surga itupun otomatis mati, dan dengan demikian surga itu otomatis mati pula alias tidak eksis. Konsep ini bersifat subyektif. Tak ada salahnya berpikir subyektif menyangkut kesenangan karena kesenangan itu sendiri subyektif, sehingga surga boleh dikatakan subyektif pula.
Lalu saya masih sering bertanya, seperti apa surga itu dan dimana letaknya, setelah saya mengetahui pendapat-pendapat di kanan dan kiri saya yang menjelaskan tentang surga ? Jika mengikuti insting keagamaan dan spiritualitas saya, saya akan berkata surga itu ada setelah kematian sebagai ganjaran atas kehidupan kita di dunia ini yang diberikan sang pencipta. Jika mengikuti naluri kesenangan saya, saya akan mengatakan kalau surga itu ada sekarang ini dalam kehidupan dan harus dinikmati sepuas-puasnya. Jika saya mengikuti konsep dalam kepala saya, maka saya akan mengatakan bahwa surga itu hanya sekedar konsep di dalam otak saya yang saya koneksikan dengan kesenangan dan akan mati ketika saya juga mati.
Mana yang saya ikuti ? Banyak orang yang bilang : Pilih salah satu. Tidak ada ada daerah abu-abu dalam surga, yang ada hanyalah putih dan hitam. Putih di sini dan hitam di seberang sana. Memang kejam, kita harus disuruh memilih ketika kita tidak tahu harus memilih apa. Tapi saya selalu memilih satu kata untuk memilih surga : BERDAMAI. Hah, binatang apa itu ? Saya tidak ingin terlalu mengekang atau meliarkan pilihan-pilihan nafsu, spiritualitas, dan rasionalitas dalam diri saya. Dan yang saya lakukan adalah mendamaikannya dalam diri saya. Terasa sulit ? Tidak juga. Hanya butuh sedikit kesabaran dan kebesaran jiwa. Tetapi, sialnya, saya belum mencapai tahap pendamaian yang sebenarnya. Jika sudah, tentunya saya telah mencapai taraf kesadaran seperti tokoh-tokoh spiritualis besar dunia.
Saya tidak tahu surga seperti apa yang ditanyakan Agnes Monica. Mungkin kalau kami bertemu, saya akan menanyakan kepadanya. Untuk sementara saya simpan perasaan saya ini. Atau, apakah anda tahu ? Maksud saya, tentang surga yang dimaksud Agnes Monica dan tentang surga yang sebenarnya ? Saya tunggu jawaban anda.
May 30th, 2006 at 7:23 am
Heaven didn’t, doesn’t, and wont exist!
June 2nd, 2006 at 2:11 pm
saya juga nitip salam buat mbak agnes monica ya mas…
June 3rd, 2006 at 5:03 am
Heaven didn’t, doesn’t, and won’t exist, yet!!
June 3rd, 2006 at 5:04 am
Ntar Agnes Monica jadi Ny. A. Tobing. Tapi ntaaaaaaaaarrrrrr…….!!!
June 3rd, 2006 at 10:40 pm
ntar kapaaaannnnnn…… tunggu lebaran kodok kali ye….hehehehehe……
July 1st, 2006 at 10:16 pm
surga? hmmmmmmm….
neraka kale yang lebih tenar! huhuhuhu manusia khan diajarin neraka dulu daripada surga. Ya ga boss?
July 3rd, 2006 at 7:35 am
kayaknya imbang 1-1 deh…
kalau kamu berbuat baik nanti masuk surga, kalau kamu berbuat jahat nanti masuk neraka.
kalau kamu tidak berbuat baik dan berbuat jahat, nanti masuk mana ?