Perang telah Dimulai…
Wednesday, June 14th, 2006
1950, Stadion Maracana, Rio de Jenairo, Brazil : Ratusan ribu pendukung Brazil terperangah tak percaya ketika pemain Uruguay, Ghiggia mencetak gol hanya 11 menit sebelum pertandingan usai yang membuat kedudukan menjadi 2-1 untuk kemenangan Uruguay. Brazil akhirnya takluk di kandang sendiri dan membuat Uruguay menggondol Piala Dunia untuk ke-2 kalinya.
1966, Stadion Wembley, London, Inggris : Gol "setengah masuk" Geoff Hurst pada menit 101 masa perpanjangan waktu membuat skor menjadi 3-2 pada final Piala Dunia 1966 antara Inggris melawan Jerman Barat. Gol ini diprotes oleh pemain Jerman Barat yang menganggap bola belum seluruhnya masuk ke dalam gawang. Tetapi wasit Gottfried Dienst asal Swiss tetap mengesahkan gol tersebut. Hurst sendiri akhirnya mencetak gol ketiganya (hattrick) di menit ke 120 sehingga membuat Inggris menang 4-2 dan berhak menyabet Piala Dunia untuk pertama kalinya.

1970, Stadion Azteca, Mexico City, Mexico : Pele menutup penampilan ke-4 beruntunnya di Piala Dunia dengan mencetak gol pertama Brazil di menit ke-18. Penampilan gemilang pemain terbesar sepanjang sejarah sepakbola menurut versi FIFA ini membuatnya menjadi pemain yang mencetak gol di final Piala Dunia sebanyak 3 kali. Brazil akhirnya menambah gol melalui Jairzinho, Gerson dan Pareira sehingga mereka total unggul 4-1 dan meraih Trophi Jules Rimet Cup. Brazil juga akhirnya memboyong trophi ini ke negaranya selama-lamanya karena menjadi negara pertama yang telah 3 kali menjadi juara Piala Dunia.
1982, Stadion Santiago Bernebau, Madrid, Spanyol : Seorang mantan terdakwa doping sepakbola asal Italia, Paolo Rossi menjadi pahlawan bagi negaranya. Di final Piala Dunia 1982 melawan Jerman Barat, Rossi, yang sebelumnya sempat diskorsing selama 1 tahun akibat kasus doping, mencetak 2 gol kemenangan Italia sehingga skor menjadi 3-1 dan membuat Italia merebut trophi Piala Dunia untuk ketiga kalinya. Pemanggilan Rossi ke skuad piala dunia Italia sebelumnya sempat menimbulkan pro-kontra bagi warga Italia. Tetapi pelatih tim nasional Italia, Enzo Bearzot tetap memasukkan nama Rossi dalam daftar pemainnya.
1990, Stadion Olimpico, Roma, Italia : Final "terburuk" sepanjang sejarah piala dunia. 2 kartu
merah yang diberikan wasit Edgardo Mendez kepada pemain Argentina (Monzon dan Dezotti) dan gol pinalti Andreas Brehme di menit 85 membuyarkan ambisi Diego Maradona untuk meraih trophi Piala Dunia. Sebaliknya Jerman Barat yang ditukangi mantan bintang tahun 1970-an Franz Beckenbauer meraih Piala Dunia untuk yang ke-3 kalinya setelah tahun 1954 dan 1974. Tangisan Maradona setelah pertandingan usai menjadi saksi tragis buruknya final Piala Dunia kali ini.

1998, Stadion Stade de France, Paris, Perancis : Isu "kesurupan" yang menimpa Ronaldo beberapa jam sebelum final dilaksanakan menjadi mimpi buruk bagi tim Brazil. Di final mereka dipermalukan tuan rumah Perancis, 3-0 tanpa balas. Bintang final kali ini adalah Zinedine Zidane, maestro sepakbola Perancis setelah jaman Michael Platini usai. Dua golnya di partai final mempertegas pengukuhannya sebagai pemain terbaik dunia saat itu. Walaupun Perancis harus bermain dengan 10 orang setelah Marcell Desailly dikeluarkan wasit Said Belqola di menit ke-68 tidak membuat Perancis menjadi berkurang. Akhirnya mereka merebut trophy Piala Dunia untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaannya di ajang piala dunia justru di kandang sendiri.

2006, Stadion Olympiastadion, Berlin, Jerman : ?
Dan perang itu telah dimulai. 32 negara dari berbagai benua dan konfederasi mengikuti ajang terakbar olahraga terpopuler di planet ini. Selamat datang di realitas sepakbola. Untuk informasi silakan klik http://fifaworldcup.com
